Kamis, 2009 Maret 12

SONGA RAFTING - I Bet You !!!

SONGA RAFTING Price List Per Februari 2009

1. Rafting Pekalen Atas Rp. 219.000,-/orang
2. Rafting Pekalen Bawah Rp. 189.000,-/orang

Min. Reservasi 5 orang.

" GET DISC. UP TO 20% "

Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com

Sabtu, 2009 Februari 07

WISATA ALAM UNTUK ANDA: Rafting di Songa

WISATA ALAM UNTUK ANDA: Rafting di Songa

Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com

Jumat, 2009 Januari 30

incredible rafting songa

Songa, tempat rafting yang menyenangkan..tempatnya yang jauh dipelosoknya surabaya.setelah pendakian gunung bromo yang melelahkan, akhirnya rafting juga disonga..wow memerlukan perjalanan yang jauh tp ga rugi setelah mendapatkan pengalamn yang tak terlupakan.

pake pelampung, helm dan peralatan tempur lainnya, bis itu kita di naikin mobil pick up pikirku deket ke sungainya, tapi ternyata apa yang aku pikirkan salah, perjalanan menuju sungai sangat jauh dan berliku2 kita smua diarak pake mobil bak terbuka dengan jarak yang jauh. bis itu diturunin dijalan pula, trus kita masih nglanjutin perjalanan lg dengan kaki melewati jalan setapak yang berliku2 dan jauh, para cowok pada kesakitan coz pada ga pake sendal sih..hahahaha, untung aku udah antisipasi pake sendal…

stelah jalan jauh dan capek banget akhirnya nyampe juga di sungainya, alamak deres banget arusnya…asyik, petualangan segera dimulai…banyak skali jeram2nya dan sangat menegangkan , dan yang paling bikin deg2an pas kita nyangkut di batu geeeedeeeeeeeee banget, mas2nya pada bantuin kita buat prahunya bisa jalan lagi, aku pikir aku bakalan jatuh dan ikut arus tp ternyata, oh My God.aku bisa terselamatkan bersama dengan kelompok ku yang super gede2, ups…:).jeram demi jeram udah dilewati ada sedikit kecelakaan, kepala temenku kebentur tebing, aou..pasti sakit banget, oia pas ad atebing yang lumayan tinggi aku ditawarin ma pemandunya buat terjun, wow aku coba aja, suer jangan sekali2 mencoba tanpa punya keberanian..awalnya aku berani tp pas nyampe atas keberanianku ilang, tp klo udah maju pantang mundur, dengan mata terpejam aku terjun dari tebing di songa.alamak suenangnya melebihi rasa takutku tadi, plong itu yang aku rasain…

akhirnya 9km sungai songa udah dilalui, capek sama skali ga trasa, yang ada hanya ketawa penuh kepuasan.slesei sudah pengalaman di songa benar2 ga akan terlupakan. I WILL COME BACK…."INCREDIBLE SONGA"

Rafting session II part 1

13/10/2008 17:00
seorang temen yang posting ke milist milist,
“RAFTING….RAFTING…..”
“Bro…Sist….Om…Te…Pak..Buk… Kang….Jeng…”

“Tentang rencana rafting kita, gimana kalo segera aja kita laksanakan.

“Waktu pelaksanaan yang cocok adalah:”
“Hari dan tanggal : Sabtu, 1 Nopember 2008 (abis gajian nih..)”
“Tempat : Sungai Pekalen atas, Probolinggo. Jarak tempuhnyanya sekitar kurang lebih 12 km”
“Saya sudah menghubungi salah satu profider untuk petualangan rafting kita kali ini SONGA RAFTING,”

ahhhh…
Akhirnya rencana yang sudah sekian lama tertunda dan terancam batal karena kesibukan masing-masing di eksekusi juga.
Singkat cerita setelah melalui proses perdebatan yang cukup panjang akhirnya jadwal keberangkatan pun di undur sampe tanggal 8 November 2008,dan proses pendaftaran, pembayaran pun segera dimulai….

06/11/2008 14:00
ada invite-an confference melalui YM dari seorang teman,
oh..
ternyata technical meeting mengenai acara rafting pun dimulai,
tanpa banyak rencana akhirnya di putuskan meet point ku dengan temen2 yang lain di terminal probolinggo,
jadi berangkat dari denpasar malam hari dan perkiraan sampai di meet point pagi hari
dan bertemu teman-teman yang berangkat dari surabaya di sana

06/11/2008 20:00
bersama seorang teman terpaksa harus turun gunung,
untuk mencari ATM karena sudah waktunya untuk membayar kost2an,
jadi sebelum perjalanan ke probolinggo biar tidak ada beban mengganjal,
perjalanan pulang dari bawah, kehujanan dan aku pun terpaksa melakukan hal yang sangat memalukan.
(red: menggunakan jas ujan aneh,kekecilan dan berwarna pink,arrrghhhhhhh… pink???? bukan komang banget….)
saat itu terasa semua mata orang-orang di jalan tertuju pada jas hujan warna pink yang ku pakai,
walau sedikit terkesan membesar2kan.. tapi memang rasanya seperti itu… =)) =))

06/11/2008 22:00
sudah sampai kembali ke kantor,
dan masih kepikiran masalah pekerjaan yang belum selesai yang akan di deliver tanggal 10/11/2008
tapi kupaksakan untuk tidur lebih awal agar bisa bangun pagi dan memulai bekerja lebih pagi.

07/11/2008 04:00
Terbangun dari tidur dan baru sadar ternyata sendirian di kantor,
o… o…. rasa takut mulai mengganggu,
tapi berusaha kukalahkan dengan mencoba tidur lagi,
arrghhh…. ternyata tidak bisa tidur lagi…

07/11/2008 05:00
Kuhidupkan PC dan mulai bekerja sambil mendengarkan music keras-keras,
ckckckckck… demi rafting aku mulai bekerja jam 05.00 agar target pekerjaan bisa selesai…

07/11/2008 05:00 - 16.30
kukerahkan semua kekuatan untuk konsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan,
akhirnya persiapan daily build tanggal 10/11/2008 pun selesai
comit semua pekerjaan ke repository, mandi dan cabut dari kantor

07/11/2008 18.00
perjalanan turun ke denpasar dan menuju kost seorang temen.

07/11/2008 23.00
Sampai di ubung dan siap untuk berangkat,

“Linggo Piro cak?” (”sampai Probolinggo berapa pak?”)
“wolung puluh” (”80 ribu rupiah”)
“larange… 60 ae yo…. ” (”kok mahal, 60 ribu aja ya…”)
“g iso mas, iku wes harga murah….” (”g bisa mas, ini sudah harga murah…”)

pas noleh ke bis…
ternyata sudah tidak ada bus ekonomi yang lain lagi…
bus yang menggunakan AC-pun tidak ada sama sekali

“yo wes lah….” (”ya sudahlah….”)

pada ticket ada tulisan kayak gini :

DPS - Linggo 65.000 ( Denpasar - Probolinggo 65.000 )
DPS - Boyo 80.000 ( Denpasar - Surabaya 80.000 )

hehehehe…
caloo… calooo….
keliatannya calo yang satu ini tidak bisa membedakan angka 65 dan 80,
atau mungkin calo yang satu ini hanya berusaha menjadi calo yang baik
yang pekerjaannya mendapat keuntungan dari menjual tiket

dan acara backpacker pun dimulai…..
masuk ke bis… dieng….
komposisi penumpang :
- 98 % orang madura
- 0,000000001 % orang bali (it’s me…)
- 1,999999999 % bibit ayam di dalam kardus yang bunyinya kiik.. kiik.. kiik….

maka terjadilah obrolan antara penumpang satu dengan yang lain yang tidak ku mengerti,
dan obrolan anatara ayam satu dengan ayam lain yang juga tak kumengerti
sudahlah… tidur saja….

08/11/2008 04.30
terbangun dan ternyata bus sudah parkir di areal pelabuhan gilimanuk
yang penuh sesak dengan bus-bus pariwisata dan truk pengangkut barang.

08/11/2008 06.00
bus keluar dari areal parkiran pelabuhan ketapang.
hehehehe.. lama banget ngantrinya…

08/11/2008 09.00
bus sampai di kota probolinggo.

“Rik, sudah sampai mana?”
“hehehehe.. masih di surabaya mas, baru mau masuk tol”

dienggggg……
diengggggg……

daripada mati bosan menunggu di terminal,
lalu aku turun di jalan yang menurut fillingku itu sudah dekat dengan terminal,

08/11/2008 10.00
berjalan kaki di seputaran kota probolinggo,

08/11/2008 11.00
masih berjalan kaki berputar-putar di seputaran kota probolinggo,

08/11/2008 12.00
makan pecel plus telor ceplok di sebuah warung,
gila… nasinya keras banget…

08/11/2008 12.15
mulai lagi berjalan kaki berputar-putar di seputaran kota probolinggo.

08/11/2008 13.00
capek jalan…
cangkruk (red: nongkrong) di depan kantor walikota probolinggo,
sambil menunggu kedatangan teman-teman dari surabaya…

08/11/2008 13.30
Perjalanan bersama teman -teman surabaya menuju basecamp Songa Adventure (red: vendor rafting yang akan kita pakai),

bersambung…….

Rafting


Tuesday, 20. January 2009, 04:49:10
Rafting, itulah kata yang pertama muncul waktu sedang kongkow dengan teman-teman setelah kita ke Bromo beberapa waktu kemaren, tercetusnya kata rafting karena ketidak-sengajaan yang ternyata mendapat persetujuan dari teman-teman yang lain untuk mengisi liburan akhir tahun 2008 kemarin. Setelah menentukan target untuk liburan, akhirnya kita mulai mencari informasi tentang rafting yang berlokasi dikota Probolinggo. Pencarian informasi berakhir dengan menjatuhkan pilihan kepada Songa dengan jalur atas (dengan harapan akan mendapatkan tantangan yang lebih seru dibandingkan dengan jalur bawah) sebagai tempat untuk bermain rafting. Selesai menjatuhkan pilihan tempat bermain rafting, kita mulai dibingungkan untuk mencari informasi (transportasi) tentang bagaimana kita bisa ke Songa, pilihan terakhir memutuskan bahwa kita ke Songa dengan menggunakan transportasi umum (Bis), rute yang akan ditempuh yaitu Surabaya-Probolinggo (Bis), Probolinggo-Pajarakan (Bis), Pajarakan-Songa (angkot+jalan kaki) dengan waktu tempuh sekitar 4 jam (kalau tidak kena macet diporong) :D.

Rencana awal keberangkatan adalah tanggal 28 Desember 2008, tetapi rencana ini terpaksa dibatalkan karena ada salah satu personil yang pada malam sebelum keberangkatan sakit mendadak. Rencana kedua keberangkatan dijadual ulang menjadi tanggal 1 January 2009 pukul 06:00 BBWI, tetapi sepertinya ALLAH berkehendak lain, 2 personil datang telat dari jam yang ditentukan, mereka baru datang sekitar pukul 07:30 BBWI yang menurut perkiraan saya sudah terlalu siang untuk berangkat ke Probolinggo, tetapi akhirnya kita tetap memutuskan untuk berangkat. Dan.. sepertinya hari itu kita benar-benar tidak diijinkan untuk bermain rafting, karena waktu kita tiba dilokasi, jam sudah menunjukkan pukul 12:00 BBWI. Waktu yang cukup terlambat untuk turun bermain rafting, ditambah lagi cuaca yang sedang hujan :frown:. Akhirnya kita hanya bisa menikmati pemandangan disekitar base-camp yang disediakan oleh Songa, sekaligus merencanakan ulang kapan kita bisa berangkat (kembali) ke Songa.

Penjadualan ulang memutuskan kita berangkat tanggal 3 January 2009 pukul 19:00 BBWI. Kita sengaja berangkat malam hari karena kita tidak ingin terlambat (kesiangan) untuk ke Songa keesokan harinya. Malam harinya pada tanggal yang sama kita bermalam di rumah teman yang telah berbaik hati untuk kita repoti dan menampung kita untuk bermalam. Esok hari, kita melanjutkan perjalanan ke Songa jam 06:00 BBWI, mengingat jarak Songa dari tempat kita bermalam masih sekitar 1 jam perjalanan. Setelah tiba dilokasi (base-camp Songa jalur atas) kita langsung bersiap menggunakan alat pengaman dan membawa peralatan masing-masing untuk kemudian diberangkatkan ke starting-point dengan menggunakan angkutan yang telah disediakan oleh Songa. Jarak dari base-camp ke starting-point lumayan jauh karena masih ditambah dengan jalan kaki untuk menuju ke starting-point :D (hitung-hitung untuk pemanasan). Meskipun jauh, selama perjalanan menuju starting-point kita dapat menikmati ukiran Yang Maha Kuasa melalui pemandangan alam yang terhampar disepanjang jalan.

Setiba di starting-point kita langsung menuju ke boat yang telah disiapkan, sebelum mulai menghanyutkan boat pada arus air sungai yang lumayan deras, guide yang menemani kita selama berada di atas air mulai memberikan instruksi apa-apa saja yang harus dilakukan selama mengarungi air sungai Pekalen. Seusai pemberian instruksi, boat mulai dihanyutkan mengikuti arus sungai. Pada sesi pertama perjalanan, kita lebih banyak disuguhi dengan pemandangan-pemandangan serta ukiran alam yang ada disepanjang sungai Pekalen, mulai dari tebing, gua kelelawar hingga air terjun siap memanjakan mata kita. Untuk jeram yang ada pada sesi pertama ini reltif mudah dilalui dibandingkan dengan jeram yang ada pada sesi kedua. Selama kurang lebih 1 jam mengarungi sesi pertama rafting, akhirnya kita sampai juga di resting-point, dimana kita bisa memulihkan tenaga dengan jajanan tradisional (snack) dan suguhan wedang jahe yang telah disediakan oleh pihak Songa.

Bosan berlama-lama di resting-point, akhirnya kita kembali menuju boat untuk lanjut ke sesi dua perjalanan, tidak berapa lama jeram-jeram yang arusnya lebih deras dibandingkan dengan jeram pada sesi pertama telah berhasil membuat kita berantakan di atas boat, beruntung boat tidak terbalik untuk ke-dua kalinya. Ditengah perjalanan sesi kedua, guide menepikan boat ke tepi sungai dan menantang kita untuk lompat dari sebuah batu yang ada di depan kita dengan tinggi sekitar 3-5 meter dari permukaan air sungai. Guide tersebut juga mengatakan, bahwa lompat dari batu tersebut merupakan ritual bagi siapa saja yang melakukan rafting disungai Pekalen. Akhirnya dengan penuh rasa penasaran & ketakutan (karena saya tidak bisa berenang :D), saya memberanikan diri untuk terjun ke air dari batu tersebut, dan seperti yang saya takutkan, setelah masuk ke air saya sempat terhanyut karena tidak bisa berenang :D, meskipun sempat terhanyut, saya masih tertolong oleh pelampung yang saya pakai.

Kita melanjutkan perjalanan setelah semua personil selesai melakukan ritual untuk menceburkan diri ke sungai dari batu dengan ketinggian 3-5 meter tersebut. Selama perjalanan menuju titik finish, jeram-jeram yang kita lalui masih tidak rela membiarkan kita duduk dengan tenang di atas boat. Selama kurang-lebih 2 jam berada di atas air, akhirnya kita sampai juga pada akhir perjalanan. Untuk kembali ke base-camp telah disediakan armada yang siap mengantarkan kita. Sesampai di base-camp kita langsung mandi untuk membersihkan diri, selama kita mandi, makan siang telah disiapkan untuk memanjakan perut dan memulihkan tenaga kita. Melihat lunch telah siap dihidangkan, langsung saja kita hajar tanpa tersisa (kecuali peralatan makan & minum tentunya).

Setelah beristirahat untuk memulihkan tenaga, akhirnya kita meninggalkan Songa sekitar pukul 14:00 BBWI. Dalam perjalanan kembali ke Surabaya ada personil yang berikrar akan kembali ke Songa suatu saat nanti, karena menurut dia perjalanan yang kita tempuh tadi masih kurang panjang rutenya & jeramnya masih kurang menantang :D.

Untuk menutup tulisan kali ini, saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada keluarga besar teman saya Yuda, yang selalu bersedia kami repotin dan bersedia menampung kami jika kami melakukan perjalanan ke daerah Probolinggo, thanks a lot Bro...



Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com

Ride on Pekalen’s Pounding River



Nov.05, 2008 in Indonesia, nature, tourism

To the rafting start locationBy: Boby Ferry Firmansyah

It seems like we have been planning this since centuries. Whirled by the works, we have decided to go to Probolinggo to chill out our heads with Pekalen’s pounding water. It’s a rafting, dude! My 13 friends and I went from Surabaya at 6 o’clock in the morning and reached up Probolinggo about four hours later. The receptionist in Songa Rafting’s basecamp then gave us a welcome smile.

We were split up in three groups, with one boat and two guides (as key controller of the boat) each. After a little bla-bla-bla, at 11 o’clock we went to rafting start location by Songa’s open tank Chevrolet Pickup. The tank had modified so it be a roofless cage. Cool! Unfortunately, due to 14 people there, we had to stand all trip long. Thank God it was only half an hour.

We stopped at T-intersection at a village I don’t know the name. Our car had no chance to through pass there, so we had to go on by walk. So after talked the talk, we had to walk the walk? No problemo. It’s been long time since I had not walked on pretty long distance. (Yeah, I kept on relieving myself with reasons). Fifteen minutes later, we arrived. I was really relieved for that moment.

I could hardly wait to get my feet on the water … but, damn! Pekalen’s water was muddy brown. Because of yesterday rain, I guessed. However, that pounding water was still tempting. I heard it says, “Come’ere, boy, got sumthin for ya!”

One of our guides gave us a short briefing; how to swim if we fall down to the water, how to lift up a buddy’s body to the boat, etc. And then we prayed together just before this crossing-the-cascades-activity has begun.

Finally, my boat got going, the two others behind. I have just known that every cascade had a name. First one is “Welcome Cascade”. I had thought it would be bloodcurdling. Moreover, the guide had told me that the water’s debit of Pekalen at the moment is higher than ordinary days. I was a bit worried.

Pose in the middle of a cascadeBut once we passed-through forth cascade, it became rock! We did not feel that we have been ridden on Pekalen for an hour already. It just rocks! So when the boat moved aside for repose, I was so disappointed. Happily, “We are half way yet,” my guide said.

In that repose post, they served us with jemblem (a snack made of cassava with palm sugar within), and natural coconut as beverage. We devoured them all in no time! Hehehe … Rowing is exhausting, you know it.

Fifteen minutes of repose was ended. The journey must be continued. Hey ho, let’s go!

For that time, three boats went at once. More fun, more laugh. We splash each other whenever our boats were close enough. Nah, that’s ridiculous. And childish. And, brrrr, that’s cold! But yet, that’s awesome. Until then, suddenly, we touched the finish line. Damn it.

The party was officially over.

At 14 o’clock, the group headed back to the hotel. Tomorrow, we would go to Bromo. God, I think I’m gonna rafting again sometime, somewhere.

For you who expect more challenge, I think raft on rivers whose higher difficulty level is a good idea. Or, raft in nighttime, where even with a flash and stick light you cannot anticipate any cascade. More adrenaline will be involved. Anyone? [photos by Boby Ferry]

SONGA RAFTING - I Bet You !!!

Nov 20, '07 8:37 AM
for everyone

Probolinggo, 19 Nopember 2007

Songa Rafting berlokasi di Kali Pekalen dengan waktu tempuh sekitar 3 jam arah timur dari Sidoarjo. Harga Tiket : 200 ribu/orang. No Camera, No Camera Phone, No Camcorder, No Handycam, No Peralatan Gambar **gokil**. Foto2 dijual dengan harga Rp. 10.000 / 1 lembar.

Fasilitas : mobil antar jemput, life jacket, helm, dayung, 5 life guard, 1 camera operator, 3 perahu, 1 guide tiap perahu, welcome drink, pisang goreng + jahe anget di tengah perjalanan, makan siang. Durasi tempuh: 2.5 jam dari seger sampe cape dey... View : mountain scenery, 50 jeram besar dan kecil, batu kali super gede, air terjun yang buwagoooossss. Di dinding sekitar air terjun ada ribuan kelelawar yang menyeramkan.

Songa menunggu anda untuk membuktikan apakah anda bernyali???

Incredible Rafting

Pada tanggal 17-18 Februari 2007, NIIT Surabaya - Malang serta C-Plus Sby yang tergabung dalam Divisi Busdev (Bussines Development) PT. Catur Elang Perkasa mengadakan Outing, di Probolinggo kegiatan ini di bimbing oleh team dari Exist (renakan PT. CEP), kegiatan kita selama 2 hari satu malam sungguh padat dan sungguh melelahkan tetapi sangat mengasikkan, merupakan pengalaman yang takkan terlupakan.
Crop_rafting_2_2
Kegiatan Outbond ini memang banyak sesinya mulai dari permainan, olahraga, kekompakan serta kebersamaan dalam team, juga ada Paint Ball (Perang-perangan), acara puncaknya adalah Rafting (Arum Jeram) yang menegangkan dan sekaligus mengasikan..

The Incredible Rafting mungkin itu slogan yang tepat bagi Songa Rafting, ini merupakan pengalaman pertamaku, walaupun masih ada perasaan was-was takut perahu kebalik, sampai terjadilah kejadian yang tidak diinginkan oleh teman kami yang perahunya terbalik, tetapi Alhamdulillah karena kesigapan team Guide dari Songa Rafting yang selalu mementingkan keselamatan para peserta, maka teman kami yang te

rbalik berhasil di selamatkan, dan setelah kepanikan selesai maka dilanjutkan kembali sampai finis.

Avatar_rafting_5

Memang sungguh mendebarkan, mungkin suatu saat nanti pingin kesana lagi,



Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com

Rafting di Songa



Rafting di Songa - the pictures

Akhirnya bisa punya foto kenang-kenangan dari rafting di Songa.

Team Building Outbound: Rafting at Pekalen

Wednesday, February 08, 2006

Lagi-lagi sebuah perjumpaan, melanjutkan tulisan yang terakhir tentang pengarungan sungai Pekalen yang masih merupakan satu acara di Outbound. Ini pengalaman Rafting kedua-ku, setelah beberapa tahun yang lalu juga pernah melakukan kegiatan serupa, hanya saja sekarang bersama dengan orang-orang yang profesional mengelola olah raga sungai ini.

Dimulai dari base camp Songa Rafting, usai mengenakan perlengkapan untuk arung jeram seperti helm, pelampung, serta dayung paddle (type dayung untuk perorangan) kami yang berjumlah sekitar 100-an lebih di bawa dengan mobil bak terbuka menuju lokasi pemberangkatan yang berjarak kira-kira 9 kilometerdi daerah Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris - Probolinggo. Sampai juga akhirnya di tempat pemberhentian terakhir setelah melewati beberapa Desa dengan jalan menanjak dan berkelok-kelok. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki kira-kira 800 meter menuju bibir sungai, tempat pemberangkatan.

Sesampainya di lokasi pemberangkatan, terlihat sudah banyak rekan yang bersiap juga. Belasan perahu karet juga sudah nampak berjajar di pinggir sungai, tempat pemberangkatan yang memang sempit itu semakin terasa sempit karena ramainya peserta yang akan turun ke sungai. Hari ini arus sungai Pekalen yang bersumber dari pegunungan Argopuro dan Gunung Lamongan cukup deras, menurut salah satu kru dari Songa Rafting saat-saat seperti ini lah Sungai Pekalen paling bagus untuk di arungi. Air sungai terlihat keruh dengan riak dan busa putih tersebar disepanjang sungai,Pada musim hujan memang air Sungai Pekalen agak berwarna coklat keruh, ini karena selain berasal dari mata air pegunungan Argopuro sungai pekalen juga menjadi penampung buangan air hujan dari sepanjang daerah yang dilewatinya, oleh karena itu pada saat musim penghujan kewaspadaan harus ekstra untuk menghindari luapan air bah yang mungkin saja datang tiba-tiba.

Setelah sedikit pengarahan dan intruksi dari guide yang akan memandu, satu persatu perahu karet yang berisi tujuh orang mulai berangkat mengarungi derasnya arus Sungai Pekalen.

***

Dari lokasi pemberangkatan di Desa Pesawahan, jalur pengarungan akan melewati tiga kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yakni; Tiris, Bremi, Condong dan setidaknya akan terdapat 33 jeram di jalur yang berjarak sekitar sembilan kilometer itu. Sungai Pekalen sendiri termasuk sungai yang memiliki grade II - III untuk tingkat kesulitan pengarungan sungai, ini setara dengan tingkat kesulitan di Sungai Citarik, Jawa Barat.

Perahu kamu mulai meluncur, tak lupa ritual untuk tos menggunakan paddle dengan cara menganggat jadi satu ujung paddle lalu memukulkan ke air secara bersama-sama seperti yang biasa dilakukan para rafter profesional juga kami lakukan. Dimulai dengan melintasi jeram pertama, jeram Selamat Datang. "Maju kanan," Seru kru Songa yang menjadi guide di perahu kami untuk menghindarkan perahu dari sebuah batu besar disisi kiri perahu.

Sepertinya semua perahu melintasi jeram pertama ini dengan selamat, tidak ada satupun perahu yang kesulitan, namu begitu melintasi jeram kedua kami harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan perahu, arus di jeram kedua ini semakin deras dengan batuan-batuan besar terlihat di sisi kiri sungai. Meskipun dengan nafas yang berkejaran kami melanjutkan pengarungan sungai dengan wajah tetap ceria dan penuh tawa, meskipun beberapa teguk air Sungai Pekalen sempat tertelan.

"Alam menyimpan segalanya, didalamnya ada; keindahan, kedamaian, kesejukan, keganasan, ketakutan bahkan kematian"

"Di alam, menghadapi situasi apapun kuncinya harus tenang". Tiba-tiba saja ujung depan perahu menabrak sebuah batu, dan tumbukan keras tak terelakkan sembari berusaha menstabilkan perahu yang cukup terguncang tubuhku malah terlempar keluar dari perahu. Sempat berusaha untuk menggapai tali di bibir perahu dengan ujung paddle tapi gagal. Rasa-rasanya arus sungai membawa tubuhku semakin jauh dari perahu, satu yang saat itu ada dipikiranku "Aku harus tenang", ya, seperti yang di sampaikan instruktur sebelum berangkat. Aku coba kuasai keadaan dengan mengatur posisi tubuhku mengikuti kemana arus sungai membawaku, satu - dua jeram terlewati sedangkan arus sungai masih sangat deras, percuma aku berusaha melepaskan diri. Beberapa teguk air sungai masuk lewat mulut dan hidung, rasanya sungguh-sunguh tak pernah terbayangkan sama sekali. Didepan kulihat pusaran air yang cukup besar, buih putihnya menandakan bahwa arus disana sangat kuat dan aku harus berusaha menghindarinya kalau tidak mau tergilas didalamnya. Ternyata usahaku untuk menghindari jeram itu sia-sia, arus sungai terlampau kuat menarikku, dan... Aku rasakan tubuhku masuk kedalam pusaran buih putih itu, masuk benar-benar masuk dan tergilas didalamnya, empat - lima detik masih aku di bawah pusaran, berusaha tetap tenang dan pasrah (pada saat seperti ini pasrah dan berserah diri menjadi sesuatu yang sangat mendamaikan), semakin banyak air sungai yang tertelan membuat perut semakin mual dan pada beberapa detik berikutnya aku rasakan tubuhku terangkat keatas, satu semburan air keluar dari mulut yang sejak tadi menunggu kesempatan untuk dimuntahkan. Lega juga akhirnya bisa keluar dari pusaran air di jeram yang sebenarnya tak seberapa besar itu, sambil masih berusaha mengeluarkan sisa air yang tertelan mencoba untuk berenang ke pinggir sungai. Baru sadar kalau pinggiran sungai yang ternyata tebing-tebing batu bukan tempat yang tepat untuk di gapai akhirnya aku memutuskan untuk hanyut bersama arus sungai sambil mencari pinggiran sungai yang bisa aku raih. Dua jeram selanjutnya aku lewati dengan hanya berbekal helm dan pelampung serta dayung yang tidak berguna tapi coba untuk tetap aku pertahankan. Semakin banyak pula air yang tertelan masuk ke tubuhku, akhirnya sampai juga di sungai yang airnya cukup tenang tanpa tonjolan batu disana sini, sekuat tenaga aku coba untuk berenang ke tepian sungai, teriakan semangat rekan-rekan lainya dari atas perahu seolah menambah kekuatanku untuk segera sampai di tepi sungai yang memang kelihatan landai. Akhirnya dengan sisa-sisa tenaga sampailah juga di tepian sungai, istirahat sejenak sambil mencoba mengeluarkan sisa-sisa air tertelan.

Pengarungan dilanjutkan, perjalanan perahu dari jeram satu ke jeram berikutnya semakin pendek dengan kesulitan yang sangat bervariasi. Dari semua jeram yang akan dilalui, Jeram Good Blessmerupakan jeram yang paling berbahaya dengan tingkat kesulitan mendekati grade IV. Disitulah kami harus ekstra waspada karena kemungkinan perahu terbalik sangat besar, tapi untunglah kami memiliki guide yang handal yang tau benar seluk beluk sungai pekalen ini sehingga perahu kamu dengan selamat bisa melewati Jeram Good Bless. Ada yang unik dari nama-nama jeram yang ada di sepanjang Sungai Pekalen ini, mulai dari yang berdasarkan karakteristik sampai dengan nama yang diambil dari nama-nama pengarung jeram pernah melintasinya.

"Didepan kita akan melawati tiga jeram sekaligus, Jeram Kuda Liar, Kuda Binal dan Jeram Kuda Nil". Kata Mas Tono, guide dari Songa Rafting yang menahkodai perahu kami. "Kita akan melewati tiga jeram itu sekaligus tanpa ada kesempatan istirahat, siapkan diri sebaik mungkin dan ikuti intruksi", Lanjut Mas Tono dengan serius. Begitu terdengar aba-aba "dayung maju" kami semua serempak mengayunkan dayung kedepan menuju jeram pertama Jeram Kuda Liar. Jeram Kuda Liar, terlihat mengerikan dengan busa putih dan arus yang kuat disana-sini terlihat tonjolan batu sungai yang menambah riak air semakin besar, perahu kami seolah diguncang dengan hebatnya, selepas itu kami hanya bisa bernafas sejenak. Didepan jeram kedua sudah menanti, benar saja sesampainya di Jeram Kuda Binal kami seperti dihentak-hentakkan seekor kuda karena jalur yang menurun dan berjeram panjang.

Jeram-jeram lainnya adalah Mercury, Penantian, Rengganis, Lumba-lumba, Lorong, Delta. Di Jeram Lorong perahu benar-benar seperti memasuki sebuah lorong yang terbuat dari batu karang, jarak antara permukaan air dengan atap batuan hanya sekitar 50 cm kamipun terpaksa harus masuk ke tengah perahu untuk menghindar dari benturan dengan langit-langit batu. Ada sensai yang berbeda saat mengarungi setiap jeram yang ada.

Ditengah perjalanan kami menepikan perahu, untuk sekedar beristirahat, menikmati segarnya kelapa muda dan beberapa makanan kecil yang sudah tersedia. Waktu istirahat yang singkat cukuplah buat kami untuk berbagi cerita seputar pengarungan kami dengan rekan di perahu yang lain.

*****

Pengarungan sungaipun dilanjutkan kembali, kali ini jalur agak lebih bersahabat karena jarak antara satu jeram dengan jeram lainnya memiliki jarak yang cukup panjang. Pada beberapa lokasi kami sempat membuat beberapa atraksi dengan perahu kami, membuat perahu berputar-putar ditempat dengan saling mendayung maju dan mundur masing-masing kedua sisi perahu sampai kami berdiri melingkar diatas perahu sedanggkan guide yang menmani kami membuat gerakan mendayaung agar perahu bisa berputar-putar. Kesempatan lain juga digunakan oleh guide untuk membalikkan perahu, semua tercebur. Beberapa rekan yang tidak bisa berenang pada mulanya cukup panik, tetapi keberadaan pelampung yang melekat ditubuh kami mampu menahan berat badan untuk tidak tenggelam (menurut instruktur dari Songa Rafting, pelampung itu mampu menahan berat badan sampai 150-an kilogram) jadi bagi kami yang rata-rata berat badannya tidak lebih dari 70-an kilo masih dengan mudah mengapung.

Tak terasa hampir tiga jam perjalanan mengarungi Sungai Pekalen. Didepan terlihat beberapa bangunan kayu yang sangat kami kenal, ya... base camp Songa Rafting sudah terlihat didepan, ini berarti pengarungan ini akan berakhir karena memang titik finish dari jalur ini adalah base camp Songa Rafting di Desa Condong.

Oleh guide perahu kami diarahkan menepi, beberapa perahu yang lain terlihat sudah merapat dipinggir sungai. Terlihat wajah-wajah ceria dari beberapa rekan yang telah lebih dulu menyeleseikan jalur pengarungan. Sebelum turun dari perahu, terakhir kali kami lakukan tos dengan dayung, sambil bersyukur serempak pukulan ujung dayung ke air kami lakukan. Terima kasih Tuhan, hari ini telah Kau berikan pengalaman yang luar biasa.

Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com

Rafting Songa Atas & Wisata Kuliner - 24 Mei 2008




May 28, '08 8:41 AM
for everyone
Sabtu, 24 Mei 2008 dapat lagi kesempatan rafting di Sungai Pekalen bareng rombongan kantor Domus. Atas rekomendasi salah satu teman, Songa Atas jadi tujuan rafting kali ini. Cukup penasaran juga karena saya sudah mencoba rute operator Songa sekitar 2 tahun yang lalu (waktu itu belum terbagi menjadi Songa Atas – Bawah).

Rombongan berangkat dari Plant Pasuruan seputaran jam 7.00 pagi berikut sejumlah logistik untuk diperjalanan. Secara ini adalah sekaligus wisata kuliner, Rumah Makan TONGAS ASRI Probolinggo jadi pit stop pertama buat sarapan pagi. Setelah kenyang makan pagi dengan aneka menu disitu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Condong, Kecamatan Gading – Probolinggo, lokasi operator Songa berada.

Tiba di lokasi seputaran jam 11-an siang, sempat ada kesalahpahaman booking yang bikin mood jadi agak drop deh.. :-w. Setelah menunggu beberapa saat, rombongan Domus akhirnya baru bisa turun jam 12 siang!! Untungnya peserta cukup antusias meski harus berangkat di bawah terik matahari. Hampir semua peserta yang turun belum pernah melakukan arung jeram. Jadi yaa mereka kebat kebit juga awalnya. Ditambah lagi rute shutle bus ke titik start saja udah bikin nyap nyap karena curamnya jalan perbukitan yang kita lalui.

Puluhan jeram yang dilalui awalnya cukup surprise juga, karena punya contour yang berbeda dengan Songa Bawah. Debit air yang sudah sedikit menurun terlihat dari seringnya boat tersangkut, dibandingkan saat musim hujan, jadi tantangan sendiri buat kita agar boat tetap bisa melaju diantara bebatuan yang sewaktu-waktu akan menyulitkan kita. undefined

Saya sendiri dengan tetep memilih tempat di depan (catat yaa…kalo pengen coba sensasi ketegangan rafting kudu duduk depan!!!! ) ;;) sempat beberapa kali dug dug nih jantung siap kejebur manakala posisi boat udah sebegitu miringnya akibat putaran air yang liar. Yah..maklum..masih keingat aja kejadian terbalik waktu rafting terakhir
di Sungai Serayu

Pemandangan alam yang ditawarkan di Songa Atas ini sungguh FANTASTIS!! undefined Gua kelelawar dan air terjun di sisi jeram yang dilewati sangat mengagumkan! CAMERA MUST ON !!! Saya sempat melihat pelangi diatas permukaan air disini…Subhanallah. [-O<

Untungnya sekarang operator juga menyediakan dokumentasi berupa foto & VCD. Jadilah kita sempet bernarsis ria dengan background air terjun. Makin lama, makin asyik jeram-jeram itu bisa dilalui dengan sukses…gak terasa titik finish udah didepan mata..yahh….walhasil Songa Atas ini kami lalui kurang lebih 2 jam termasuk break untuk foto-foto dan istirahat. Semua berasa seneng..tapi kurang puasss !! kata bapak-bapak itu kurang lama! Nah ini dia penyakitnya rafting! Di awal-awal padha takut, kalo udah merasakan langsung ketagihan deh.

Selesai Rafting, hidangan Nasi Jagung, ikan asin, sambal terasi berikut sayur lalap kumplit..ludess kita santap. Sungguh nikmaatttt !! Alhamdulilah masih bisa menikmati makan enak biar malem harinya padha antri BBM naik!!! Halah!

Dalam perjalanan pulang ke Pasuruan, kita sempat pit stop lagi makan Bakso Edy di Probolinggo yang terkenal. Baksonya emang juaraaa neh!! Saya yakini ini jadi salah satu bakso paling sedap yang pernah dibuat diatas planet ini!!! *hiperbola*. Kombinasi kuah & aneka isi utk tiap porsinya …yummmyy bener.!

Jadilah wiken kemaren berasa fun bener, adrenalin cukup terpompa and perut kenyang!! Hehe…dan satu hal lagi alhamdulilah kekhawatiran gak ada yang celaka selama kegiatan kmaren dan selamat semua sampai tujuan pulang.

Rafting berikutnya kapan & cobain jeram dimana yaa?? undefined







IMG_6385.jpg
4 Comments




IMG_6407.jpg




IMG_6398.jpg




IMG_6391.jpg




biar di sungat tetep narsis




my boat crew




the happy grup
1 Comment




nasi jagung atau nasi putih? tinggal pilih




ikan asin




ikan pari penyet
2 Comments




goreng-goreng




sambal trancam




bakso eddy




Bakso Eddy
2 Comments




100_1673.jpg
1 Comment




makan pagi di Tongas Asri




logistik di mobil : J-co




salah satu logistik : keripik kentang




tongas asri


INFORMASI


SONGAdventure Rafting (Surabaya Office) Kompleks "The Mezzanine" Jl. Nginden Semolo 34-40 Kav. A-11 Surabaya. Contact Person : Mr. Bagus Tjahjono Telp : 031-71453654 HP : 0817585446 Office : 031-5967487 info@songarafting.com, marketing_songa@yahoo.com www.songarafting.com, www.marketingsonga.blogspot.com, www.marketingsonga.multiply.com Basecamp Songa Atas : Desa Pesawahan Kec.Tiris Probolinggo. Basecamp Songa Bawah: Desa Condong Probolinggo

Rafting di songa asiik juga

Gambar ini diambil waktu acara rafting dan bila dilihat foto ini satu persatu personalnya
dari depan pak kamto sama fery, wajahya begitu ceria disaat kapal mau turun melewati ombak yg begitu deras dan terjal baris kedua saya (jojo) sama mbak melinda dilihat raut wajahnya mbak mel yang satu ini begitu ketakutan padahal asik lo baris yang ketiga pungky sama sugeng begitu gembira dan terasa santai tidak kelihatan tegang keduanya terutama raut wajahnya pungky yang assiik banget. dari mulai start sampai finish begitu asik dan ditengah tengah ada acara makan kelapa muda, pokoknya asik deh tak terlupakan acara rafting ini seumur hidupku.
yang paling menegangkan adalah permainan kapal dibalik padahal aku ngak bisa berenang permainannya dijalankan juga, kata pemandu mas tarsan jangan takut tenggelam karena ada pelampungnya jadi ngak bisa tengelam katanya, terbukti tidak tenggelam aku senang juga akhirnya jadi ngak usa takut gitu looooooo
scan0001 rafting jo


Info & Reservasi :
Contact Person : Sdr. Bagus Tj
CDMA : (031)71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com

Kamis, 2009 Januari 29

Provinsi Lirik Rafting Pekalen Dijadikan Tempat Memecahkan Rekor Muri

Radar Bromo
[ Selasa, 20 Januari 2009 ]


PROBOLINGGO - Dinas Pariwisata Provinsi Jatim melirik salah satu potensi wisata Kabupaten Probolinggo untuk dijadikan tempat even. Yakni arung jeram (rafting) di sungai Pakelan, Tiris.

Rencananya, di tempat tersebut Dinas Pariwisata Jatim akan menggelar acara memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia). Yakni, rafting menggunakan 100 buah perahu karet dengan jumlah peserta 500 orang.

Sebagai tahap awal untuk merealisasikan kegiatan tersebut, Senin (19/1) kemarin Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur Harun bertandang ke pendapa Kabupaten Probolinggo. Dia didampingi Kepala Disbudpar Kabupaten Probolinggo Erlin Setyawati.

Maksud kedatangan Harun dan rombongan tersebut untuk melaporkan rencana kegiatan. Selain itu mereka sekaligus mohon izin kepada Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin sebagai tuan rumah.

"Kami berencana menggelar acara di salah satu tempat wisata di Kabupaten Probolinggo yakni rafting di Kecamatan Tiris. Kami mau mengadakan kegiatan memecahkan rekor Muri," ujar Harun.

Bak gayung bersambut, Bupati Hasan langsung menyambut baik dan mendukung rencana kegiatan tersebut. "Terima kasih atas kepercayaannya untuk memilih Kabupaten Probolinggo. Semoga dengan kegiatan ini pariwisata di Kabupaten Probolinggo dapat dikenal lagi oleh masyarakat di luar Probolinggo. Saya mengizinkan. Insya Allah saya akan mengikuti kegiatan ini", ujar Hasan.

Pada kesempatan tersebut Hasan juga menjelaskan beberapa obyek wisata unggulan Kabupaten Probolinggo seperti Gunung Bromo, Pantai bentar dan wisata religius Miniatur Kakbah.

Dalam kesempatan itu, Harun juga menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 4 s/d 5 April 2009. "Selain rafting masal untuk memecahkan rekor MURI, juga akan dilaksanakan penamaman pohon disekitar lokasi rafting" jelasnya.

Untuk pelaksanaan kegiatan yang dikemas dalam acara bertajuk FESPA 2009 (Festival Sungai Pekalen 2009) tersebut, Disbudpar Propinsi juga akan menggandeng salah satu operator arung jeram di sungai Pekalen yakni Songa Adventure.

Harun menjelaskan potensi wisata di Jatim pada tahun 2008 kemarin jumlah pengunjung mengalami kenaikan. "Kami berharap dengan digelarnya acara seperti ini dapat memaksimalkan potensi wisata di Jatim. Sebenarnya Jatim ini mempunyai obyek wisata yang berlimpah. Jadi kami ingin memaksimalkannya," ujar Harun. (mie)

Songa Rafting, Probolinggo 22 04 2008


I love all activities related to water, especially white-river rafting. I did my first rafting in Phuket, Thailand a long time ago. It was not fun because there were too many rafts and people on the river (we were stuffed on the river like sardines). The timing was also too short, less than 2 hours.

Then, 3 years ago I went to Songa, Probolinggo, East Java. The river was so quiet, just a lot of trees and nature. The name of the river is Pekalen. The guide led us along more than 18 km of river with beautiful views of virgin forests.It was an unforgettable journey. I loved it.

I know there are many spectacular rafting areas in America the country I live in, but unfortunately I can’t stand cold water!

Jumat, 2009 Januari 23

Rafting di Songa

Tanggal 29 November kemarin kantor saya ikut rafting ke Songa Probolinggo. Nyampe Songa atas sekitar jam 10 pagi, kita masih nunggu giliran rafting. Sayangnya kalo di Songa atas sini ngga bisa liat langsung sungainya seperti di Songa bawah, jadi ngga bisa ngambil foto sungai. Sambil 'membunuh' waktu, saya pun iseng ngambil foto dengan kamera pocket kebanggaan. :D Meskipun view-nya nyaris ngga ada yang menarik. Jadinya malah sibuk memfoto teman-teman kantor.


Sekitar jam setengah 12 kita dikumpulkan Mr. Guide untuk briefing. Dapet kosakata baru seperti :

  • Dayung maju
  • Dayung mundur
  • Stop
  • Boom
  • Pindah kiri
  • Pindah kanan
Berikut juga diajari cara memegang dayung yang benar, juga bagaimana posisi dayung saat kita sedang tidak mendayung agar tidak mencelakakan teman seperahu. Karena menurut Mr. Guide (saya lupa namanya), 90 % kecelakaan yang terjadi justru karena teman seperahu yang ngga berhati-hati dengan posisi dayungnya. Guide ini juga bilang kalo rafting ini aman, meskipun tetap aja perut kami mules membayangkan naik perahu karet di sungai berarus deras selama sekitar 2,5 jam. Jalur yang kami pilih adalah yang menengah, jadi lumayan panjang jarak yang mesti ditempuh.

Setelah briefing kami pun mempersiapkan diri. Dimulai dari memakai jaket pelampung dan helm. Masing2 peserta dicek oleh Mr. Guide untuk memastikan jaket pelampung dan helm terpasang dengan benar. Kemudian mengambil dayung. Setelah siap, kami dibagi dalam kelompok-kelompok berisi 6 orang untuk diberangkatkan ke lokasi dengan truk bak terbuka. Setelah terguncang-guncang seperti sapi di atas truk selama 20 menit (sedikit ngeri juga karna jalannya menanjak), kami melanjutkan perjalananan dengan jalan kaki sekitar 1 km naik melalui jalan tanah menuju tepi sungai.

Di tepi sungai, tiap kelompok dibriefing lagi oleh guide masing-masing. Kosakata barunya kembali diajarkan berikut praktek langsung di atas perahu karet. Sandal-sandal jepit dilepas dan diikat ke perahu. Dan berangkatlah kami menyusuri sungai berarus deras dengan perahu karet.

Yang paling seru pas kita ngelewatin jeram matador, yang menurut Mr. Guide adalah jeram yang paling 'asyik'. Kita diinstruksikan untuk boom, boom di sini brarti jongkok di dasar perahu dengan memegang dayung dalam posisi tegak, sementara perahu meluncur melewati jeram. Pada seru teriak-teriak. Hehe.... Ada juga momen saat kita melewati jeram, trus perahu karetnya nyangkut di batu. Di sini kita harus menggoyang-goyang perahu sementara Mr. Guide mendorong perahu supaya kembali meluncur di air. Sampai kita melewati air terjun mini, dan perahu kita meluncur tepat di bawahnya, basah kuyup deh. Tapi seneng banget.

Sekitar 3/4 perjalanan kita nyampe di rest area. Kita istirahat sejenak sambil minum teh poka (teh jahe) dan pisang goreng. 15 menit istirahat, kita kembali meluncur. Seperempat perjalanan ini udah ngga seseru perjalanan sebelumnya. Jeramnya ngga terlalu banyak. Begitu nyampe finish, rasanya jadi antiklimaks. Banyak terdengar komentar, "Lho, kok sudah sampe sih?" :D

Naik dari sungai, kita kembali naik tebing kira-kira 300 meter menuju lokasi truk terparkir. Kembali terguncang-gucang di atas truk, kali ini cuma sekitar 15 menit. Nyampe Songa atas langsung pada mandi-mandi. Tempat mandinya agak 'horor' karna ngga ada pintunya, cuman pake gorden plastik. Tapi terpisah antara perempuan dan laki-laki. :D Airnya dingin banget. Sama sekali ngga ada bau kaporit. Setelah beres mandi, kita makan. Menunya nikmaaat banget untuk orang kampung macam saya. Terdiri dari nasi putih dan nasi jagung, urap-urap, tempe dan tahu goreng, perkedel jagung, ikan asin, pecel ikan pari, sambel kacang panjang. Ngga sempat ambil foto makanannya karna keburu laper. :D Yang jelas saya bolak-balik terus ke meja untuk nambah. Haha.....

Selesai makan beberapa dari kita langsung lanjut perjalananan ke Surabaya karna ada pelatihan. (hiks.. hari libur pelatihan, kasian banget ya) Sedikit nyesel juga karna ngga sempat liat2 foto kita yang dijual di sana. Menurut info temen2 yang pada pesen per lembarnya 25ribu.

Sebenernya pingin nyoba flying fox juga. Tapi adanya di Songa bawah. Mungkin lain kali bisa balik lagi. Yang jelas kalo diajak rafting lagi saya ngga bakal nolak.

By Linda

Kamis, 2009 Januari 22

ARUNG JERAM BUKAN OLAHRAGA MAUT

Olahraga ataupun wisata arung jeram, yang sempat dicap sebagai olahraga “pembawa maut” itu, ternyata tidak seseram yang diduga banyak orang. Asalkan, segala persyaratan minimal dipenuhi.

Berbagai kabar kecelakaan yang menelan korban jiwa dalam kegiatan olahraga arung jeram masih membayang dalam benak ketika muncul ajakan menjajal olahraga air yang dicap sebagai “olahraga maut” itu.

Napas pun lega sesampai di garis finis. Ternyata olahraga mengarungi jeram-jeram sungai deras di atas perahu karet itu tak seseram yang dibayangkan. Bahkan muncul excitement yang tak terperikan nikmatnya untuk dirasakan. Pemandangan sekitar sungai yang berhulu di kaki Gunung Halimun dan jauh berbeda dengan suasana di kota itu pun menjadi kenikmatan lain. Alhasil, sayang kalau ajakan ikut merasakan sensasi berarung jeram itu ditolak.

Akibat kesalahan elementer
Tak mengherankan kalau kebanyakan orang serta merta menolak ajakan mengikuti kegiatan olahraga rafting ini. Sebab, ia sudah telanjur dicap sebagai olahraga “pembawa maut” menyusul berbagai event olahraga yang dipopulerkan di tanah air sejak 1970-an acap berakhir dengan timbulnya korban jiwa.

Penyebab peristiwa tragis itu sangat elementer dan naif. Para peserta minim pengetahuan, pengalaman, dan peralatan penunjang. Minimnya pengetahuan tampak pada peserta yang mengikat tubuhnya pada perahu.

Reputasi olahraga arung jeram di tanah air langsung terpuruk dengan adanya peristiwa-peristiwa itu. Perkembangannya pun lalu tersendat-sendat. Berbagai izin perlombaan dipersulit, bahkan sempat dilarang.

Ketika pada 1980-an beberapa kelompok orang mencoba menghidupkan kembali kegiatan olahraga ini, korban masih saja berjatuhan, beruntun lagi! Penyebabnya sama, soal keterampilan dan peralatan. Atau, kesalahan menyiasati karakter sungai berjeram yang diarungi.

Kunci selamat, aba-aba pemandu
Arung jeram sebenarnya perpaduan antara olahraga, rekreasi, petualangan, dan pendidikan. Unsur rekreasi terletak pada usaha mengatasi rasa takut. Selain itu, alam sekitar sungai juga menyuguhkan pemandangan yang lain dengan suasana keseharian bagi orang kota; suasana yang bisa menyegarkan pikiran yang sehari-hari sarat dengan rutinitas. Berbasah-basah ria sambil terpapar sinar matahari merupakan sensasi rekreatif lain yang jarang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Peminat arung jeram, apalagi yang baru pertama kali nyebur, rata-rata merasa gamang. Mereka was-was menghadapi kemungkinan terlempar dari perahu. Karena itu pengarung jeram dituntut selalu waspada untuk siap menerima situasi yang tak terduga. Inilah antara lain sifat kepetualangannya.

Unsur pendidikan terletak pada tuntutan kerja sama antarpenumpang perahu. Dalam arung jeram tak dikenal istilah penumpang VIP atau bukan VIP. Semua sama-sama menggunakan helm, memegang dayung, dan menggunakan pelampung. Semua harus tunduk pada aba-aba sang pengemudi alias pemandu yang duduk di belakang karena dialah yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang.

Sebagai pemandu, mereka dituntut untuk menularkan ilmunya kepada peserta arung jeram dalam waktu sekitar seperempat jam. Langkah ini sangat menentukan sukses tidaknya pengarungan nantinya. Kepiawaian pemandu mengurangi rasa takut, menekankan pentingnya kerja sama, dan meminta partisipasi tenaga calon penumpang akan sangat membantunya, terutama ketika melewati jeram berbahaya.

Kunci keselamatan dalam berarung jeram hanya satu, ikuti instruksi pemandu. Aba-aba itu tidak banyak, maju, mundur, kiri, kanan, stop, dan boom. “Maju” atau “mundur” berarti mendayung perahu ke depan atau ke belakang. “Kiri” atau “kanan” artinya hanya penumpang sisi kiri atau sisi kanan perahu yang boleh mendayung. “Stop” memerintahkan seluruh penumpang berhenti mendayung dan dalam posisi siap, yakni dayung (padle) dipangku dan ujungnya dipegang dengan telapak tangan. Sedangkan boom itu aba-aba untuk menyuruh penumpang merunduk karena di depan ada alangan yang mengancam kepala penumpang.

Dari sebuah buku pintar rafting ada hal yang harus diingat selama berarung jeram, yakni RIDE: Read (membaca), Identify (mengenal), Decide (memutuskan), Execute (melaksanakan). Jadi, selama berjam-jam berarung jeram, setiap penumpang dituntut selalu waspada terhadap jalur pengarungan sambil mengenali medan di sekitarnya. Pada saat tertentu mereka harus menentukan tindakan sambil melaksanakannya, semisal aba-aba dari kapten (kapten merupakan istilah yang biasa dipakai dalam arung jeram profesional. Sedangkan dalam wisata arung jeram, kapten disebut pemandu).

Dari mulut ke mulut

Sebenarnya banyak sungai berjeram di Indonesia yang berpotensi untuk dijual. Di Jawa Tengah, selain Sungai Progo, ada Sungai Serayu yang belum lama ini digunakan sebagai ajang lomba arung jeram. Di Probolinggo, Jawa Timur, terdapat Sungai Pekalen, salah satunya SONGAdventure.

Perlengkapan yang harus dibawa peserta berupa sandal gunung, T-shirt, celana, kacamata hitam, krim pelindung matahari, dan baju ganti.

Nah, daripada hanya membayangkan nikmatnya berarung jeram ria, kenapa tidak mencoba saja?


Hub. SONGAdventure Marketing Team

Direct Access Marketing : 031-71453654 atau 0817585446




Comtact Person : BAGUS TJAHJONO
CDMA : 031) 71453654, 91903224
GSM : 0817585446
Email : marketing_songa@yahoo.com,
URL : http://marketingsonga.blogspot.com

Reservation Letter

Formulir Reservasi

Nama :

Perusahaan / instansi :

Alamat :

Telp :

Email :

Paket yang anda minati : No.......

  1. Outbound
  2. Outing plus/Gathering
  3. Rafting
  4. Paintball *)

Peserta : orang


Mohon di Fax Ke 031-5926297 atau email : marketing_songa@yahoo.com

Selasa, 2008 September 02

Testimoni

RAFTING PEKALEN 24 Des 07 Jan 14, '08 5:51 AM
for everyone
Probolinggo, 24 Des 07

05.00 terbangun oleh suara azan subuh...tapi tetep aja pada belom rela untuk segera bangun, kaki gw sakit banget untuk di gerakkan, agak terkilir, tapi gw nggak mau ketinggalan untuk rafting, setelah mandi gw ikut echi kepasar untuk sarapan, makan nasi rawon.....rawonnya uueennnaaakkk euy........dan murmer banget gw ama echi cuma bisa tersenyum pas tau qt bayar 6,000 buat 2 porsi nasi rawon...

07.00 qt berangkat menuju start point Songa rafting, hari ini ada 3 kelompok yang barengan sama qt, telkom jakarta dan satu keluarga dengan 2 anak laki2nya (nanda 5th dan kakaknya 9thn).

Setelah di beri pengarahan dan pembagian team, qt di bagikan life vest, helm dan dayung...langsung naek mobil bak terbuka menuju pinggir sungai...ternyata turun dari mobil qt mesti trekking sekitar 20 menit....doh! kaki gw bener2 nggak bisa di ajak kompromi.....kalo di gerakkan ngilu .....di perahu gw ngambil posisi di belakang, karena kondisi kaki gw yang nggak bisa di andalkan...biasanya gw lebih senang di depan.....

gw,echi,feli, uwi dan marco sang skipper di satu perahu......jeram selamat datang sempet membuat uwi hampir terlempar keluar perahu...untung kakinya masih sempet kepegang......rafting hari ini melewati 55 buah jeram dengan lama pengarungan sekitar 2,5 jam .....
Gw sempet ngobrol sama marco-skipper...kalo kemaren qt baru aja dari madakadipura.....informasi dari marco kalo air terjun di pekalen lebih indah dan lebih besar.....*masa seh..gw jadi penasaran*

Jeram-jeram yang dilalui bener2 seru dan kadang2 mendebarkan, gw sempet ketiban karung beras di salah satu jeram....*lirikEchi* , ketika memasuki air terjun yang di ceritain marco ternyata ....benar....ada gua kelelawarnya juga....subhannallah indah sekali ........

Gw sempet muntah2 mencium bau amoniak kotoran kelelawar...doh...bau banget....mana parkir dipinggir goa....dan di lanjutkan melewati tirai air terjun wuaaaa...senangnya.....cool!.....semua berenti untuk foto2 sejenak.....

Skipper perahu qt jail banget...dia selalu pengen tebalikin perahu , untung nggak dilakuinnya.....di setengah perjalanan qt berhenti untuk makan pisang goreng dan minum teh poka yang mak nyosss......echi sampe bawa 1 botol kecil aqua.......

Pengarungan di lanjutkan setelah cukup kenyang , jeram2 makin yahud...ada di satu sudut sungai yang kedalamanya sekitar 3 m ...ada tempat untuk loncat ke sungai...uwi, opang, safari, gourav ikutan loncat...gourav yang nggak bisa berenang akhirnya mau juga .....yang lain nonton dari bawah......

peserta kembali ke perahu masing2 , pengarungan di lanjutkan lagi.....kali ini kejailan marco adalah menyangkutkan perahu di antara 2 batu dalam posisi horizontal...kali ini gw pasrah, kalo akhirnya perahu di tebalikin....posisinya bener2 kritis....hanya dalam 1 gerakannya aja pasti perahu qt terbalik...dengan muka memelas gw mohon ke marco jangan di tebalikin.....please.....please......

Thanks God .....perahu akhirnya nggak di tebalikin.......doh! skipper qt satu ini bener2 jail....nggak banyak ngomong tapi jail banget........

11.35 nyampe di finish point.....nggak terasa udah 2,5 jam pengarungan .....capek tapi seneng ......
makan siang yang yahud...tapi pekerjaan kantor harus gw selese-in, di jakarta temen2 gw lagi pada meeting.....untung direksi mengijinkan gw untuk nggak ikut meeting siang ini......1 jam gw jadi mis ring ring untung semuanya lancar dan masih bisa di handle by phone.....gw deg2an tapi berusaha tenang ...dirut gw telp memastikan kalo tanggal 25 malem gw udah nyampe jkt......(ya..iyalah....tanggal 26 kan acara besarnnya ....)

14.30 cabut dari songa rafting menuju Surabaya....malam ini qt nginep di wisma tamu di komplek bhayangkara ......

18.05 wismanya bagus.....dan makan malam udah di siapin sama mamanya ovie.....*cihuyyyyy*.......pak wandy supir elf qt pamit untuk kembali ke malang....(makasih banyak ya pak.....sampai ketemu lagi....di next trip)
malam ini qt SMP banget udah kenyang langsung pulang alias balik ke wisma......ngantuk berat euy......

Foto by ovie....*kameraGwkemasukanAer*





air terjun




goa kelelawar




parkir sejenank

Faktor Motivasi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI

Beberapa faktor yang dapat mempngaruhi motivasi kelompok (teamwork) dalam bekerja dapat dikategorikan sebagai berikut:

Tujuan

Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota..

Tantangan

Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut "fight atau flight syndrome". Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.

Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.

Keakraban

Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota team.

Tanggungjawab

Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memiliki motivasi kerja yag tinggi.

Kesempatan untuk maju

Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota merasa bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.

Kepemimpinan

Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitment dari anggota team. Leader berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi team untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang leader yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan diatas.

Panduan Perjalanan Wisata Arung jeram di Sungai Pekalen Probolinggo

Tempat wisata Arung Jeram/rafting Songa Pekalen Ats berlokasi di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo.
Songa Rafting merupakan salah satu dari 3 (tiga) Operator Wisata Arung Jeram selain Regulo Rafting dan Noars Rafting yang beroperasi di Sungai Pekalen Kabupaten Probolinggo Propinsi Jawa Timur. Songa Rafting terdiri dari Songa Pekalen Atas dan Songa Pekalen Bawah.
Rafting Songa Pekalen Atas yang memiliki tingkat kesulitan dan tantangan yang cukup tinggi dibandingkan dengan Songa Pekalen Bawah.
Sesampainya disana, para pengunjung/tamu pun di sambut oleh petugas Songa Rafting dan langsung disuguhi minuman selamat datang (teh botol).
Petugas pun meminta pimpinan rombongan untuk membagi peserta yang akan mengikuti rafting ke dalam beberapa kelompok. Adapun jumlah peserta pada masing-masing kelompok disesuaikan dengan daya tampung perahu karet/boat yaitu 4-6 orang saja.

Peraturan Arung Jeram
Salah satu petugas Songa Rafting kemudian memberi penjelasan mengenai peraturan apa saja yang harus dipatuhi dan diikuti oleh seluruh peserta terkait dengan kegiatan Rafting yang akan dijalani. Para peserta dihimbau untuk tidak membawa perhiasan, dompet, HP dan barang-barang lain karena bisa terjadi kerusakan atau mungkin bisa hilang pada saat pelaksanaan rafting. Disampaikannya bahwa manajemen Songa Rafting tidak bertanggungjawab jika terjadi kehilangan atau kerusakan barang-barang milik peserta.
Adapun peralatan yang boleh dibawa hanyalah peralatan rafting yang telah di sediakan oleh pihak Songa yaitu terdiri dari jaket pelampung, helm dan dayung Jabrik pun memberi penjelasan mengenai cara menggunakan masing-masing peralatan tersebut. Setelah itu kami juga diajarkan mengenai cara untuk menolong teman yang mengalami kecelakaan, walaupun untuk mengantisipasi hal ini pihak Songa Rafting telah menyediakan tim khusus yaitu team rescue.
Selain itu terdapat beberapa macam perintah yang diajarkan, dan dimana nantinya akan diberikan langsung oleh masing-masing pemandu. Perintah tersebut antara lain :
- Perintah Maju : berarti setiap peserta harus mendorong dayungnya ke arah belakang
- Perintah Mundur : berarti setiap peserta harus mendorong dayungnya ke arah depan.
- Perintah Berhenti : berarti setiap peserta harus mengangkat dayungnya menghadap ke atas sambil memegang tali pengaman yang ada di perahu.
- Perintah ke kiri : berarti setiap peserta yang berada di sisi kanan perahu harus pindah ke sisi kiri tepat di samping peserta yang ada di sisi kiri.
- Perintah ke kanan : berarti setiap peserta yang berada di sisi kiri perahu harus pindah ke sisi kanan tepat di samping peserta yang ada di sisi kanan.
- Perintah ke belakang : berarti setiap peserta yang berada di sisi tengah dan belakang perahu harus berpindah ke sisi depannya.
- Perintah ke belakang : berarti setiap peserta yang berada di sisi tengah dan depan perahu harus berpindah ke sisi belakangnya.
- Perintah Boom berarti semua peserta harus duduk berjongkok di lantai dalam perahu dan mengangkat dayungnya menghadap ke atas. Hal ini dilakukan apabila melewati jeram yang sangat deras dengan dinding samping yang sangat sempit.

Penjelasan singkat mengenai peraturan Rafting ini disampaikan kurang lebih 10 menit dan ditutup dengan pembacaan doa.
Kemudian masing-masing kelompok diperkenalkan dengan para pemandu yang semuanya masih relatif muda dan merupakan warga asli sana. Mereka memberikan peralatan rafting (jaket pelampung, helm dan dayung) kepada kami kemudian mengecek keakuratan didalam pemakaiannya. Seluruh peserta pun telah siap dengan peralatan raftingnya masing-masing, sebelum berangkat ke lokasi arung jeram kami pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama yang menandakan kesiapan dan kekompakan kami untuk memulai petualangan arung jeram ini.

Menuju Lokasi Start Arung Jeram
Start awal arung jeram untuk Songa Atas terletak di Desa Ranu Gedang Kecamatan Tiris sekitar 20 menit perjalanan dari Desa Pesawahan tempat kami sekarang berada. Ranu Gedang berasal dari bahasa jawa dimana Ranu berarti Danau dan Gedang berarti Pisang, jika diartikan secara harfiah berarti Danau Pisang. Maksud sesungguhnya adalah bahwa Daerah ini merupakan lumbung pisang dikarenakan hasil komoditi pisangnya sangat banyak dan melimpah bahkan sampai ekspor ke luar daerah terutama Bali.
Untuk menuju ke Desa Ranu Gedang pihak Songa Rafting telah menyediakan angkutan khusus yaitu sebuah mobil pickup yang cukup untuk menampung seluruh rombongan peserta rafting yang berjumlah 17 orang.
Wisata arung jeram Songa Pekalen Atas menempuh rute sepanjang kurang lebih 13 kilometer dan membutuhkan waktu ± 2,5-3 jam.
Para pengunjung umumnya ramai pada hari sabtu dan minggu yang bisa mencapai rata-rata 150 orang. Adapun untuk musim liburan yaitu bulan Juni dan Juli hampir setiap hari wisata arung jeram ini ramai dengan para pengunjung.
Karyawan Songa Atas yang menjadi guide atau team rescue semuanya berjumlah ± 50 orang yang direkrut dari lingkungan sekitar. Mereka semuanya ditraining oleh pihak manajemen Songa Rafting selama 3 bulan lamanya dan 1 bulan untuk masa pemantapannya.

Tibalah saatnya petualangan arung jeram dimulai, peserta dari masing-masing tim dibantu oleh para pemandunya segera menaiki perahu karet yang sudah disiapkan. Perahu karet yang digunakan untuk arum jeram ini terdiri dari 3 baris/saf tempat duduk dimana masing-masing saf di tempati 2 orang di sisi kiri dan kanan. Posisi duduk masing-masing tim diatur oleh para pemandu sedemikian rupa agar bisa mencapai titik keseimbangan.
Mengingat jeramnya yang cukup sulit dan sempit, maka serentak suara teriakan histeris pengunjung menggema diantara tebing-tebing tinggi. Suara histeris ini merupakan campuran antara kesenangan, ketegangan dan ketakutan. Kami sempat merasa takut kalau-kalau terjadi kecelakaan baik karena perahunya terbalik/bocor atau ada yang jatuh terhempas ke sungai. Namun, ketakutan ini mulai teratasi karena kami melihat sebuah perahu lain yang menanti di bawah jeram, ternyata mereka adalah team rescue yang bertugas untuk memberikan pertolongan sewaktu-waktu jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Perahu team rescue ini berisi 5 (lima) orang dimana salah satu diantaranya adalah fotografer yang akan mengambil gambar kami pada event-event tertentu selama berarung jeram. Mereka dilengkapi dengan peralatan HT (Handy Talky) yang digunakan untuk berkomunikasi dengan anggota-anggota lainnya yang berada di darat. Pada jeram-jeram yang sulit dan berbahaya, perahu Team rescue ini selalu diposisikan berada di depan. Setelah itu perahu masing-masing tim baru diperbolehkan melewati jeram tersebut satu persatu sesuai perintah pemandunya.
Daya apung dari pelampung itu sendiri mencapai 160 km/jam. Dia mengatakan bahwa masih terdapat puluhan jeram lagi yang harus kami lewati untuk sampai ke garis finish. Setiap jeram memiliki namanya masing-masing, contohnya “jeram matador” sembari menunjuk ke arah jeram yang berada di depan kami.
Tatkala melewati jeram ada beberapa kesalahan yang kami buat terutama ketidakmampuan mempertahankan dayung pada posisinya sehingga bergerak kesana kemari sampai mengenai tubuh rekan sendiri. Hal ini terjadi secara spontan -tanpa disengaja- pada waktu melewati jeram terjadi guncangan keras sehingga posisi dayung tidak bisa dikontrol. Jika mengenai kepala, tidak masalah karena kepala kami terlindungi oleh helm yang telah kami kenakan sejak awal. Namun jika dayungnya mengenai muka/wajah maka efeknya bisa melukai. Seperti terjadi di tim 4 dimana dayung yang dipegang Indra mengenai bibirnya Bu Jun sehingga menjadi bengkak.

3 (tiga) Lokasi Pilihan
Secara keseluruhan dalam perjalanan arung jeram kali ini setidaknya ada 3 lokasi yang dipilih dan sudah ditentukan oleh manajemen Songa dimana kami berhenti dan diperbolehkan turun, lokasi tersebut adalah :


1. Di Tempat Persinggahan
Pihak manajemen Songa Rafting menyediakan tempat persinggahan sementara untuk mengembalikan kondisi para peserta agar fit kembali. Tempat ini terletak di pertengahan rute arung jeram yang kami jalani. Tempatnya cukup sederhana hanya terdapat meja dan tempat duduk yang terbuat dari bambu. Kami beristirahat ± 15 menit sambil menikmati hidangan Teh Poka panas dan pisang goreng yang disediakan oleh seorang bapak tua yang merupakan warga kampung sekitar. Untuk mengantarkan hidangan ini tepat waktu, Bapak tersebut telah di kontak terlebih dahulu melalui HT oleh Team Rescue.

2. Di Air Terjun
Kami melewati 2 lokasi air terjun yang dipenuhi dengan kalelawar yang berkeliaran di sekitarnya. Ada satu hal yang mengusik indera penciuman kami tatkala melewati ke dua lokasi air terjun ini yaitu tercium bau yang sangat menyengat.
Salah satu hal yang mengagetkan sekaligus mengasyikkan dalam petualangan ini adalah tatkala perahu kami berada tepat di bawah air terjun. Dengan seketika air yang jatuh dari atas tebing tersebut mengenai perahu dan mengguyur seluruh badan kami. Peristiwa ini berlangsung selama beberapa detik saja namun kami sudah bisa merasakan air terjun yang cukup dingin, segar dan alami.
Dari kedua lokasi air terjun ini, yang memiliki pemandangan cukup indah dengan aliran air terjun yang jauh lebih besar adalah lokasi yang kedua. Oleh karena itu kami diberikan kesempatan untuk turun ± 15 menit dan menikmati keindahan air terjun ini dari jarak dekat. Sang fotografer lalu meminta masing-masing tim berpose dibawah air terjun untuk kemudian mengabadikan momen penting ini melalui jepretan-jepretan kameranya.

3. Lompat dari atas Tebing
Dari hasil penelusuran tim arung jeram, ditemukan sebuah tebing yang cukup bagus dengan ketinggian  5 m dan kedalaman air sekitar  3 m sehingga aman untuk dijadikan lokasi lompatan ke dalam air. Kami pun berhenti di lokasi tersebut ± 15 menit dan para pemandu memberi kesempatan bagi siapa saja peserta yang mau melompat/terjun dari atas tebing.

Kembali ke Basecamp
Tanpa terasa kami telah sampai ke garis finish. Syukur Alhamdulillah, kami semua telah berhasil melalui perjalanan arung jeram ini dengan aman dan selamat. Satu persatu personel dibantu para pemandunya untuk turun dari perahu. Untuk menuju ke lokasi parkir kendaraan, pengunjung kami harus melanjutkan berjalan kaki menaiki bukit  200 m. Perjalanan ke Basecamp dari lokasi ini ternyata cukup dekat yang hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit.

Informasi & Reservasi
Contact Person :
Sdr. Bagus Tjahjono
031-71453654
0817585446
marketing_songa@yahoo.com
bagus.tjahjono@yahoo.com

Sungai-sungai di Indonesia

ARUNG JERAM INDONESIA

Arung Jeram di Indonesia

Kegiatan arung jeram di Indonesia sudah dikenal masyarakat sejak dekade 70-an dan dicap sebagai kegiatan beresiko tinggi dan pernah menewaskan beberapa penggiatnya. Namun sejak dasawarsa 90-an, arung jeram berkembang menjadi kegiatan komersil dan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga.

Beberapa lokasi telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, berikut diantaranya :

Sungai Wampu (Class II - III)

Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara.Sungai ini mengalir melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut.

Pada kawasan tertentu masyarakat memberi nama yang berbeda-beda untuk Sungai Wampu. Masyarakat di Karo menyebutnya Lau Biang, lalu ada yang menyebut Lau Tuala. Sedangkan untuk bagian hilir di Langkat dinamakan Wampu. Agak ke bagian muara, masyarakat menyebutnya dengan Ranto Panjang.

Rute utama untuk berarung jeram biasanya dimulai dari desa Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kab. Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22 km, waktu tempuh normal 4-5 jam. Rute pengarungan yang lebih panjang dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. Karo.

Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalan off road selama 3 jam, harus dilanjutkan pula dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan.

Sungai Alas (Class III - IV)

Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III - IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan.

Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikkan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam.

Sungai Tripa (Class III - IV)

Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur.

Sungai Asahan (Class III - V)

Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V.

Sungai Batang Toru (Class III - IV)

Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km.

Way Semangka (Class II - III)

Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang.

Sungai Citarik (Class III)

Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu.

Sungai Cicatih (Class III - IV)

Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan sekitar 3 jam jika titik mulai dari DAM Ubruk, jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV.

Sungai Cimandiri (Class III)

Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih.

Sungai Cikandang (Class III - IV+)

Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan.

Lebar sungai bervariasi antara 50 meter - 300 meter. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, Pakenjeng dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayana. Lama pengarungan sekitar 4 - 5 jam, jarak tempuh sekitar 20 km. Jeram dengan tingkat kesulitan IV+ adalah Jeram Bangkai, Jeram Sobek, Jeram Erlan Hole, Jeram Tepung, Jeram Batu Nunggul, Jeram Panjang, Jeram Anis, Jeram Parakan Lubang dan Jeram Goodbye.

Sungai Cimanuk (Class III - IV+)

Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager - Leuwi Goong, Leuwi Goong - Sasak Besi, Sasak Besi - Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari.

Sungai Cipeles (Class II - III)

Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig.

Sungai Cikaso (Class III - IV)

Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau.

Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 sampai 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Buleud.

Sungai Palayangan (Class III - IV)

Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya.

Jeram dengan tingkat kesulitan tertinggi adalah jeram blender yaitu berupa drop setinggi 2 meter, sedang jeram yang paling menarik adalah jeram Kecapi. Airnya dingin, jernih dan bersih. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 5 km dengan lama pengarungan 1-2 jam.

Sungai Cianten (Class II - III)

Terletak di Kabupaten Bogor. Hulu sungai berada dari hutan-hutan di kawasan Taman Nasional Halimun. Sungai Cianten merupakan anak sungai Cisadane. Aliran air sungai cukup stabil, karena di atas lokasi start Batu Beulah merupakan Dam yang berfungsi untuk PLTA.

Kelas kesulitan dapat meningkat saat tinggi muka air naik. Panjang sungai yang dapat diarungi saat tinggi muka air bagus sekitar 13 km sampai di titik pertemuan dengan sungai Cisadane. Pada umumnya start dimulai dari Batu Beulah dan berakhir di Jembatan Leuwiliang.

Sungai Cisadane (Class II - III)

Bagi pemula, sungai Cisadane merupakan pilihan yang tepat untuk berarung jeram. Letaknya tak jauh dari kota Bogor. Aliran air berasal dari dari kawasan hutan-hutan di Gunung Salak. Panjang sungai yang biasa diarungi adalah sepanjang 9 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Titik awal dimulai dari jembatan Ciampea dan berakhir di kampung Pasir, sekitar satu jam pengarungan dari titik pertemuan sungai Cianten - Cisadane.

Sungai Progo (Class II - V)

Hulu sungai Progo berada di lembah diantara dua gunung, Sindoro dan Sumbing. Mengalir ke arah selatan, membelah dua propinsi, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Arusnya cukup deras dan sangat fluktuatif terutama pada musim hujan. Entry point dapat dilakukan dari beberapa tempat.

Titik pertama adalah dari Taman Kyai Langgeng di Kota Magelang, titik kedua Jembatan Tempuran Kabupaten Magelang, titik ke tiga jembatan Borobudur, Mendut, titik ke empat jembatan Klangon. Titik akhir biasanya sampai di Dam Ancol, Kabupaten Sleman. Jarak total etape Kyai Langgeng, Magelang ke Dam Ancol, Yogyakarta sekitar 40 km.

Etape paling menantang adalah antara jembatan Klangon dan Dam Ancol dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Setiap pengarung jeram harus waspada dengan hujan yang cukup deras, karena ketinggian air dapat secara tiba-tiba naik dan mengakibatkan banjir bandang.

Sungai Elo (Class II - III)

Sungai Elo terletak di Kabupaten Magelang dekat dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur kira-kira 35 menit dari Jogjakarta. merupakan Anak sungai Progo yang berhulu di lereng barat gunung Merbabu. Airnya lebih jernih dibanding sungai Progo.

Pemandangan di sisi kanan kiri sungai masih asri dan menarik. Pengarungan dimulai dari Jembatan Blondo, Magelang, dan berakhir di Mendut, atau di sekitar titik pertemuan antara Progo dan Elo. Lama pengarungan sekitar 2,5 jam dan jarak tempuh 8 km.

Sungai Serayu (Class III - IV)

Sungai Serayu terletak di Kabupaten Wonosobo - Banjarnegara, Jawa Tengah kira-kira 2,5 jam perjalanan dari Jogjakarta dengan melewati lereng Gunung Sindoro-Sumbing yang menyajikan kesejukan dan panorama alam pengunungan.

Panjang sungai yang biasa diarungi lebih dari 25 km dengan lama pengarungan 4 - 5 jam. Start awal dapat dimulai dari beberapa titik antara lain adalah dari jembatan di desa Blimbing, dan desa Tunggoro (Kab. Wonosobo), serta desa Prigi (Kab.)Banjarnegara, sedang finish berada di desa Singomerto (Kab. Banjarnegara).

Sungai Pekalen (Class III - IV)

Terletak di Kab. Probolinggo - Jawa Timur, Sungai Pekalen atau biasa disebut Kali Pekalen Sampean bersumber dari gunung Gunung Argopuro (3.088 m). Sungai ini disebut-sebut sebagai sungai terbaik untuk kegiatan arung jeram di Jawa Timur. Kali Pekalen bersumber di tiga tempat, Sumberduren dan Ranusegaran, dan sumber di tapal batas Guyangan-Watupanjang.

“Batang air” dari Sumberduren dari Gunung Malang (1.221 m) dan Ranusegaran itu kemudian bertemu di Desa Jangkang, Kec. Tiris. Air dari kedua sumber inilah yang kemudian membentuk kali Pekalen Tiris-Condong yang menjadi “jalan tol” arung jeram. Sedang sumber ketiga, di tapal batas Guyangan-Watupanjang, Kec. Krucil baru bertemu dengan hilir kali Pekalen di Desa Brani Wetan, Kec. Maron.

Dari sini kemudian kali Pekalen mengalir ke utara dan bermuara di Desa Penambangan, Kec. Kraksaan. ‘Barang Baru’ Dari sekitar 50 km panjang batang air di Kali Pekalen, sekitar 25 km (Tiris-Condong), berdasarkan survei, bisa dimanfaatkan untuk arung jeram. Jarak tempuh masih bisa diperpanjang lagi menjadi 40 km, sehingga bisa mendarat persis di dekat kantor Pembantu Bupati di Gading.

Sungai Brantas (Class II - III)

Sungai Brantas cukup menarik untuk penggemar arung jeram. Jeram yang terkenal disungai ini adalah jeram Suud. Titik awal pengarungan biasanya dimulai dari Gang Sembilan Gadang sampai ke daerah Dam Blobo atau daerah Karang Duren, Malang. Pengarungan memakan waktu sekitar 3 jam.

Sungai Maiting (Class III - IV)

Terletak didaerah Makale, Sulawesi selatan. Titik entry point berada di desa Dende Ma´dong. Jeram pertama yang akan kita temui adalah jeram Sella. Tingginya sekitar dua meter dan jatuh dengan kemiringan 90 derajat. Dengan alur sempit dan terapit batu besar di kiri dan tebing terjal di kanan perahu.

Sepanjang perjalanan juga terlihat banyak binatang jenis biawak yang mirip Iguana merayap di batuan pinggir sungai. Binatang melata ini sanggup melompat ke dalam air dan menyelam berlama-lama di dalamnya. Uniknya ia mampu berlari di atas permukaan air sampai sejauh 20 meter ke depannya. Selain iguana juga banyak satwa yang lain, aneka jenis burung, kupu-kupu dan ular.

Sungai ini memiliki dasar yang berpasir putih serta tebing-tebing menjulang di kiri-kanan. Di beberapa bagian tebing banyak air terjun berhamburan bak pancuran raksasa.

Sungai Sadang (Class III - V)

Sungai terbesar di Sulawesi Selatan, melintasi Tana Toraja dengan panjang mencapai 182 km ke arah barat. Sungai Sadang memiliki lebar rata-rata 80 meter dan mempunyai anak sungai sampai 294 jumlahnya. Pengarungan di sungai ini dilakukan dari daerah Buakayu dengan lama pengarungan 2 hari.

Untuk menuju ke sana dapat dilakukan dengan mengendarai jip dari Rantepao selama 3,5 jam. Jeram ´Puru´ sejauh dua kilometer berupa jeram class III akan menghadang di permulaan pengarungan. Bagian atas jeram ´Puru´ lebih dahsyat lagi. jeram-jeram tersebut pernah ´memakan´ korban mahasiswa-mahasiswa kota Malang yang pernah melakukan perjalanan ekspedisi di sana.

Selanjutnya ada jeram bernama Pembuangan Seba class IV dengan penampang pinggir sungai yang terkadang lebar dan tiba-tiba menyempit dengan cepat. Jeram dengan tingkat kesulitan V adalah jeram Fitri, berupa patahan dan arus sungai yang menabrak batu besar membuat selalu ada kemungkinan perahu menempel di batu dan terjebak di antaranya.

Setelah beristirahat semalam di rumah panggung yang biasa disebut ‘lantang’ di pinggir sungai yang berpasir putih, pengarungan dilanjutkan melewati jeram-jeram class III - IV. Exit point sungai Sadang adalah jembatan ‘Papi’.

Sungai Bongka (Class III - V)

Sungai terbesar di Sulawesi Utara dengan panjang mencapai 126 km, dan mempunyai anak sungai sejumlah 199 buah. Belum ada data lengkap tentang kegiatan arung jeram di sungai ini.

Sungai Lariang (Class III - V)

Sungai paling besar di Sulawesi dengan panjang mencapai 255 km dan memiliki anak sungai sampai 637 buah jumlahnya.

Luasnya mencapai 7.152 km persegi. Hingga saat ini masih dapat dihitung dengan jari, rombongan tim arung jeram yang pernah mencicipi nikmatnya jeram di sana. [BK]

Sumber : Boogie, Sinar Harapan Online, Jogja Adventure dan berbagai tulisan.